inilah jejak dan gambar yang akan kalian dapat dari wekas-merbabu
jangan meninggalkan apapun selain jejak, jangan mengambil apapun selain gambar dan jangan membunuh apapun selain waktu dan egomu (jejak dan gambar)
Kamis, 08 Juni 2017
jejak dan gambar part 1
Mt. merbabu via wekas sebagai jejak dan gambar part 1.....
inilah jejak dan gambar yang akan kalian dapat dari wekas-merbabu
inilah jejak dan gambar yang akan kalian dapat dari wekas-merbabu
Rabu, 08 Mei 2013
sejarah perkembangan bumi
Bagaimana keadaan bumi pada mulanya dan bagaimana
perkembangannya? Pada awalanya, keadaan di bumi belum menunjukan adanya suatu
kehidupan. Bumi hanyalah suatu dataran yang bentuknya tidak rata dan dipenuhi
dengan adanya gunung – gunung berapi (vulkanik). Aktivitas bumi dimulai saat
gunung – gunung vulkanis aktif mengeluarkan gas yang dilepaskan ke udara.
Hingga pada akhirnya terbentuk suatu keseimbangan alam yang memunculkan
perubahan – perubahan baru pada bentuk bumi.
Asal mula kehidupan di bumi mulai terlihat saat munculnya
makhluk hidup pertama. Makhluk hidup tersebut ialah organisme bersel satu (Archaebacteria) yang muncul dari mata air tepi vulkanis. Archaebacteria ini memiliki peranan penting dalam proses evolusi
makhluk hidup karena mampu melakukan proses fotosintesis. Proses kehidupan di
bumi terus berkembang hingga mulai muncul air dan pohon – pohon. Hingga pada
akhirnya Archaebacteria atau ganggang
hijau biru mulai melakukan simbiosis dengan karang – karang di laut dan
memunculkan suatu kehidupan awal di laut. Dari sinilah dimulai kemunculan
makhluk – makhluk hidup lain di bumi yang memilki ketergantungan hidup satu
sama lain. Sehingga tidak mungkin ada satupun makhluk hidup yang mampu hidup
sendiri.
Kehidupan di bumi mulai berkembang
dengan pesat saat manusia hadir di bumi. Manusia merupakan spesies paling
dominan dalam mengubah bumi, masa lalu, sekarang, dan di masa yang akan datang.
Kegiatan manusia di bumi mulai
memberikan dampak yang besar bagi kondisi bumi. Manusia mulai melakukan
kegiatan pertanian yang sederhana untuk memenuhi kebutuhannya. Hingga akhirnya
kegiatan pertanian terus berkembang. Dahulu kegiatan pertanian dilakukan untuk
memenuhi kebutuhan hidup, sekarang berkembang kearah kegiatan industri. Manusia
mulai menemukan adanya minyak, iniilah yang menjadikan peradaban manusia
berubah lebih cepat. Kegiatan industri terus berkembang, muncul kota dan gedung
- gedung pencakar langit yang menimbulkan suatu kesenjangan yang belum pernah
terjadi sebelumnya. Adanya ketidakseimbangan dalam pengelolaan energi, air, dan
makanan ini akhirnya menimbulkan dampak yang lebih besar, yaitu seperti global
warming dan krisis karbon. Dampak lain yang ditimbulkan ialah melelehnya gunung
es atau glasier, menaikkan tinggi permukaan laut, dan mengubah pola cuaca yang
makin susah diprediksi. Inilah kondisi yang terjadi sekarang ini. Kegiatan manusia
yang mengeksploitasi bumi memberikan dampak yang buruk bagi keseimbangan bumi.
Minggu, 25 November 2012
pertanian berkelanjutan
"Pertanian Berkelanjutan"
Pertanian berkelanjutan ialah suatu cara bertani yang mengintegrasikan secara komprehensif aspek lingkungan hingga sosial ekonomi masyarakat pertanian. Pertanian berkelanjutan juga dapat didefinisikan sebagai suatu mekanisme bertani yang dapat memenuhi kriteria (1) keuntungan ekonomi; (2) keuntungan sosial bagi keluarga tani dan masyarakat; dan (3) konservasi lingkungan secara berkelanjutan. Dalam pelaksanaannya pertanian berkelanjutan identik dengan pertanian organik.
Pada hikikatnya sistem pertanian berkelanjutan adalah kembali kepada alam, yaitu sistem pertanian yang tidak merusak, tidak mengubah, serasi, selaras dan seimbang dengan lingkungan atau pertanian yang patuh dan tunduk pada kaidah-kaidah alamiah. Dalam konteks pertanian, keberlanjutan adalah pengelolaan sumber daya sebagai usaha pertanian untuk membantu kebutuhan manusia yang berubah sekaligus mempertahankan atau meningkatkan kualitas lingkungan dan melestarikan sumber daya alam.
Sistem pertanian berkelanjutan juga berisi suatu ajakan moral untuk berbuat kebaikan pada lingkungan sumber daya alam dengan memepertimbangkan tiga aspek sebagai berikut :
1. Kesadaran Lingkungan (Ecologically Sound), sistem budidaya pertanian tidak boleh mnyimpang dari sistem ekologis yang ada. Keseimbangan adalah indikator adanya harmonisasi dari sistem ekologis yang mekanismenya dikendalikan oleh hukum alam.
2. Bernilai ekonomis (Economic Valueable), sistem budidaya pertanian harus mengacu pada pertimbangan untung rugi, baik bagi diri sendiri dan orang lain, untuk jangka pandek dan jangka panjang, serta bagi organisme dalam sistem ekologi maupun diluar sistem ekologi.
3. Berwatak sosial atau kemasyarakatan (Socially Just), sistem pertanian harus selaras dengan norma - norma sosial dan budaya yang dianut dan di junjung tinggi oleh masyarakat disekitarnya sebagai contoh seorang petani akan mengusahakan peternakan ayam diperkaangan milik sendiri. Mungkin secara ekonomis dan ekologis menjanjikkan keuntungan yang layak, namun ditinjau dari aspek sosial dapat memberikan aspek yang kurang baik misalnya, pencemaran udara karena bau kotoran ayam.
Lima kriteria untuk mengelola suatu sistem pertanian berkelanjutan:
1. Kelayakan ekonomis (economic viability)
2. Bernuansa dan bersahabat dengan ekologi (accologically sound and friendly)
3. Diterima secara sosial (Social just)
4. Kepantasan secara budaya (Culturally approiate)
5. Pendekatan sistem holistik (sistem and hollisticc approach)
Selasa, 13 November 2012
konservasi tanah dan air
Konservasi Tanah dan
Air
Konservasi
tanah adalah penempatan tanah pada cara
penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah dan memperlakukannya sesuai
dengan syarat-syarat yang diperlukan agar tidak terjadi kerusakan tanah. Dengan
kata lain konservasi tanah diartikan sebagai upaya untuk mencegah kerusakan
tanah oleh erosi dan memperbaiki tanah yang rusak oleh erosi. Upaya konservasi
tanah ditujukan untuk mencegah erosi, memperbaiki tanah yang rusak, dan memelihara
serta meningkatkan produktivitas tanah agar tanah dapat digunakan secara
berkelanjutan. Konservasi air adalah penggunaan air seperti air hujan untuk
pertanian seefisien mungkin, dan mengatur waktu aliran agar tidak terjadi
banjir yang dapat merusak lingkungan serta tersedianya air pada musim kemarau.
Konservasi
tanah dan air atau yang sering
disebut pengawetan tanah, merupakan usaha-usaha yang dilakukan untuk menjaga
dan meningkatkan produktifitas tanah, kuantitas dan kualitas air. Apabila
tingkat produktifitas tanah menurun, terutama karena erosi maka kualitas air
terutama air sungai untuk irigasi dan keperluan manusia lain menjadi tercemar
sehingga jumlah air bersih semakin berkurang.
Usaha
konservasi tanah dan air dapat dilakukan dengan menggunakan dua metode yaitu
metode vegetatif (menggunakan tanaman sebagai sarana konservasi) dan metode
mekanik (menggunakan tanah, batu dan lain-lain)
a)
Metode Vegetatif.
Pada
dasarnya Teknik dan konsep konservasi tanah dan air diterapkan untuk
mengendalikan erosi dan mencegah degradasi lahan. Berbagai macam teknik
konservasi tanah dan air diantaranya adalah :
1. Sistem
Pertanaman Lorong
Sistem pertanaman lorong adalah
suatu sistem di mana tanaman pangan ditanam pada lorong di antara barisan
tanaman pagar. Sangat bermanfaat dalam mengurangi laju limpasan permukaan dan
erosi, dan merupakan sumber bahan organik dan hara terutama N untuk tanaman
lorong.
2. Strip
Rumput : Sistem ini dapat diintegrasikan dengan ternak.
3. Tanaman
Penutup Tanah yang merupakan tanaman yang ditanam tersendiri atau bersamaan
dengan tanaman pokok. Bermanfaat untuk menutupi tanah dari terpaan langsung
curah hujan, mengurangi erosi, menyediakan bahan organik tanah, dan menjaga
kesuburan tanah.
b)
Metode Mekanik.
1. Teras
Gulud
Merupakan sistem pengendalian erosi
secara mekanis yang berupa barisan gulud yang dilengkapi rumput penguat gulud
dan saluran air di bagian lereng atas. Bermanfaat untuk mengurangi laju
limpasan permukaan dan meningkatkan resapan air ke dalam tanah.
2. Teras
Bangku
Teras yang dibuat dengan cara
memotong lereng dan meratakan tanah di bidang olah sehingga terjadi deretan
menyerupai tangga. Bermanfaat sebagai pengendali aliran permukaan dan erosi.
3. Rorak
Rorak adalah lubang atau penampang
yang dibuat memotong lereng yang berfungsi untuk menampung dan meresapkan air
aliran permukaan. Bermanfaat untuk memperbesar peresapan air ke dalam tanah,
memperlambat limpasan air pada saluran peresapan, dan sebagai pengumpul tanah
yang tererosi, sehingga sedimen tanah lebih mudah dikembalikan ke bidang olah.
4. Embung
Merupakan bangunan penampung air
yang berfungsi sebagai pemanen limpasan air permukaan dan air hujan. Bermanfaat
untuk menyediakan air pada musim kemarau.
5. Mulsa
Mulsa Adalah bahan-bahan (sisa-sisa
panen, plastik, dan lain-lain) yang disebar atau digunakan untuk menutup permukaan
tanah. Bermanfaat untuk mengurangi penguapan (evaporasi) serta melindungi tanah
dari pukulan langsung butir-butir hujan yang akan mengurangi kepadatan tanah.
6. Dam
Parit
Merupakan suatu cara mengumpulkan atau
membendung aliran air pada suatu parit dengan tujuan untuk menampung aliran air
permukaan, sehingga dapat digunakan untuk mengairi lahan di sekitarnya. Dam
parit dapat menurunkan aliran permukaan, erosi, dan sedimentasi.
Jenis
konservasi tanah dan air yang diterapkan di daerah lampung khususnya di kabupaten
pringsewu adalah melalui penggunaan mulsa pada lahan pertanian dan pembuatan
dam parit. Penggunaan mulsa pada lahan pertanian sangat berperan penting dalam
konservasi tanah dan air. Melalui penggunaan mulsa dapat mengurangi penggunaan
air untuk penyiraman, karena penguapan air dari tanah menjadi berkurang, menjaga
suhu tanah lebih stabil, mengurangi erosi air, dan dapat menambah hara pada
tanah. Begitu juga dengan pembuatan dam parit. Pembuatan dam parit mampu
menampung air hujan sehingga dapat digunakan untuk mengairi lahan pada saat
musim kemarau dan dapat menurunkan aliran permukaan, erosi, serta sedimentasi.
Selain itu pada daerah pertanian yang miring, petani biasanya membuat
terasering yang dimaksudkan agar limpasan air dari daerah puncak (atas) tidak
mengalir deras melewati lereng lahan. Seandainya aliran air sangat deras
melewati lahan miring maka lapisan tanahnya tererosi dan air tidak memiliki
kesempatan meresap ke dalam tanah. Akibatnya, lahan menjadi gundul dan gersang
karena lapisan tanah hilang dan air tanah menyusut. Jadi, terasering mencegah
erosi tanah dan memberi kesempatan air meresap ke dalam tanah hingga degradasi
lahan pun bisa dicegah.
Berikut
contoh gambar konservasi tanah dan air
gambar 1 contoh penerapan terasering
gambar 2 contoh penerapan dam parit
gambar 3 contoh penggunaan mulsa
Selasa, 25 September 2012
Rabu, 05 September 2012
Langganan:
Postingan (Atom)
jejak dan gambar part 4
"Kekuatan gunung bukan hanya terletak dalam keindahan puncak dan abadinya bunga Edelweis. Namun, dia mampu memberikan kita hikmah te...
-
Konservasi Tanah dan Air Konservasi tanah adalah penempatan tanah pada cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah dan memperlak...
-
Untuk melihatnya,lihat slide di bawah ini. Enzim Metabolisme from yuliusferyardianto

